Kamis, 15 Oktober 2009

PEMBAGIAN WILAYAH

A. Surabaya Pusat :
1. Kepolisian Resort Bubutan
2. Kepolisian Resort Surabaya Utara
3. Kepolisian Sektor Genteng
4. Kepolisian Wilayah Surabaya


B. Surabaya Timur :
1. Kepolisian Sektor Rungkut
2. Kepolisian Sektor Simokerto
3. Kepolisian Sektor Tambaksari
4. Kepolisian Sektor Wonocolo


C. Surabaya Utara:
1. Kepolisian Resort Surabaya utara
2. Kepolisian Sektor Kenjeran
3. Kepolisian Sektor Krembangan
4. Kepolisian Sektor Pabean Cantikan
5. Kp3 Tanjung Perak


D. Surabaya Selatan:
1. Kepolisian Sektor Gubeng
2. Kepolisian Sektor Sawahan
3. Kepolisian Sektor Sukolilo
4. Markas Polisi Daerah


E. Surabaya Barat:
1. Kepolisian Resort Surabaya Selatan
2. Kepolisian Sektor Karang pilang
3. Kepolisian Sektor Lakar Santri
4. Kepolisian Sektor Tandes

2 komentar:

TUGEL mengatakan...

Kabar Bonek
Teruntuk KAPOLRESTABES Surabaya
tercinta dan yang kami banggakan :
Kami (BONEK) juga masyarakat yang
hidup dan bangga akan kemajuan kota
kami (SURABAYA).
Kami (BONEK) hanya manusia yg diberi
kesabaran terbatas oleh TUHAN,
layaknya manusia pada umumnya, jika
kota kami di injak dan dirusak apakah
kami harus diam, disini kami menjaga
kota kebanggaan kami juga seperti
tugas anda menjaga wilayah anda.
Kami (BONEK) tidak rela dicap
keseluruhan sebagai pelaku kriminal
dan tindakan anarkisme yg dilakukan
sebagian orang yg beratribut BONEK
dan belum tentu BONEK sebenarnya.
Kami BONEK juga masyarakat yg
bekerja mengeluarkan keringat untuk
membayar pajak dan kemajuan kota
SURABAYA tercinta, sangat
menyedihkan jika kami dicap merusak
kota kami.
Jika sepakbola SURABAYA tidak
mendptkan ijin untuk bermain di kota
nya sendiri, dimana kami melepas penat
sehabis bekerja ? Dimana kami
mendukung icon kota kami tercinta ?
Dan dimana letak kebanggaan kami ?
Kami BONEK tidak selamanya keras,
sekali ini kami mengibah, pakailah hati
nurani anda, tinjau kembali setiap
langkah positif kami untuk SURABAYA,
dan kembali berikan ijin untuk tim
kebanggaan kami bermain di kota kami
tercinta.
JAYALAH SURABAYAKU - MAJULAH
PERSEBAYA DAN SEPAK BOLA
INDONESIA
S1nyal Wanii :)

TUGEL mengatakan...

Persebaya Siap Gugat UU Polri ke MK
Reporter Rizky HanGGono
Surabaya (Kabar SJT) - Persebaya
menyiapkan perlawanan di jalur legal
terhadap larangan menggelar laga dari
Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.
Tidak tanggung-tanggung. Persebaya
siap menggugat Undang-Undang
Kepolisian RI ke Mahkamah Konstitusi.
Demikian dikemukakan Komisaris
Persebaya Saleh Ismail Mukadar kepada
beritajatim.com, via ponsel, Rabu
(13/3/2013).
"Kami akan meminta izin keramaian
dulu ke kepolisian (untuk dua laga
kandang bulan Maret 2013). Kalau
upaya itu masih gagal juga, maka ke MK
menjadi wajib dilakukan," kata
Mukadar.
Persebaya akan menggugat
kewenangan polisi dalam hal
pemberian izin keramaian. Hal serupa
pernah juga dilakukan kelompok musik
Slank, namun dicabut lagi. Gugatan
terkait dengan tidak jelasnya
standarisasi parameter diiizinkan atau
tidaknya sebuah keramaian.
"UU memang memberi polisi
kewenangan untuk mengeluarkan atau
tidak izin keramaian. Tapi kewenangan
tidak bisa digunakan sekehendak hati
mereka,harus disertai alasan yg kuat,"
kata Mukadar.
Khusus kasus larangan bertanding
terhadap Persebaya, Mukadar menilai,
ini sebuah ketidakadilan. Insiden di Tol
Simo terjadi karena kegagalan aparat
kepolisian menjaga keamanan di
Surabaya. "Tapi Persebaya yang
disuruh memikul beban kegagalan itu,"
katanya.
"Tidak ada dasar atau alasan apapun
bagi polisi untuk melarang persebaya
main di Surabaya. Kecuali upaya untuk
mencuci tangan dari kegagalan mereka
memberi rasa aman pada rakyat
Surabaya," tambah Mukadar.
Mukadar mengingatkan, bahwa
kerusuhan tidak terkait Persebaya dan
tidak terjadi di stadion saat Persebaya
bertanding. Sejauh ini tidak ada
kerusuhan saat Persebaya berlaga di
Surabaya.
Dalam jumpa pers bersama di Mes Eri
Irianto, Minggu (10/3/2013) yang
dilakukan manajemen Persebaya dan
perwakilan warga Simo yang menjadi
korban insiden tol, kelalaian polisi
dalam menjaga keamanan memang
sangat disesalkan.
Selama bertahun-tahun sudah ada
kesepakatan, agar suporter Malang
tidak memasuki wilayah Surabaya
secara atraktif, demikian pula
sebaliknya. Kesepakatan ini merupakan
antisipasi terjadinya bentrokan kedua
belah pihak.
Suporter Arema terakhir bisa diterima di
Surabaya dengan menggunakan atribut
pada November 1997. Namun
berikutnya, suporter Persebaya
dilarang memberikan dukungan ke
Malang secara terbuka, sebagaimana
yang dilakukan suporter Arema
sebelumnya.
Permusuhan kian menggumpal dan dua
belah pihak tak bisa menoleransi
kehadiran rivalnya di kandang masing-
masing. Saat perayaan juara liga tahun
2010, oknum Aremania melakukan
tindak kekerasan terhadap kendaraan
bernopol plat L. Bahkan, mobil
Gubernur Soekarwo diberitakan sempat
jadi korban pelemparan pula.
Untunglah, tak ada aksi balasan di
Surabaya. Saat itu, sejumlah Bonek
justru turun ke jalanan untuk
membagi-bagikan bunga kepada
pengemudi kendaraan berplat N.
Namun dendam tak kunjung usai.
Beberapa kali suporter Persebaya yang
dijuluki Bonek dihajar oleh oknum
suporter Malang, saat menyaksikan
laga di Gajayana, walau tak beratribut
hijau.
Terakhir, aksi pemukulan oknum
suporter Malang terhadap Bonek terjadi
saat laga Persebaya melawan Persema
di laga Liga Primer Indonesia, 6 Maret
2013. Aksi ini yang kemudian diduga
menjadi pemicu reaksi balasan, saat
ribuan Aremania melintasi wilayah
Surabaya untuk menyaksikan laga
Arema melawan Persegres di Gresik,
Kamis pekan lalu.
Polisi tidak mengantisipasi itu dan
mengizinkan rombongan besar
Aremania melintasi Surabaya. Merasa
diserang Bonek, rombongan Aremania
melampiaskan kemarahannya. Namun
mereka salah sasaran, karena justru
warga Simo yang berada di sekitar tol
yang jadi sasaran. Kepada media massa,
warga mengaku menyaksikan
Aremania menyerang dengan
membawa senjata tajam yang luput
dari sweeping aparat kepolisian.
Merasa diserang, warga pun membalas
dengan menguasai tol selama tujuh
jam untuk menanti rombongan
Aremania. Mereka dibubarkan oleh
aparat kepolisian dengan gas air mata.

Poskan Komentar